7TH RAMADHAN BLUES 2016 MENUAI BANYAK PUJIAN

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

 

????????????????????????????????????

7th Ramadhan Blues 2016 Menuai Banyak Pujian

Gerimis tepat membasahi area festival Ramadhan Blues 2016 pada pukul 00.30, di saat grup Adie Unyiel & The Bawor tengah bersiap mengunci pagelaran tahunan tersebut. Bukan nya meredup, para pengunjung justru makin merapatkan diri ke bibir panggung, bersemangat menyaksikan idola nya bermain.

Dibuka oleh penampilan bersemangat dari trio eksperimental “Adaptasi Diri” yang membawakan lima single mereka secara berturut – turut. Trio yang terdiri dari Ardian (Gitar), Kartiko (Bass) serta Erwin pada penggebuk Drum ini berhasil memecahkan suasana pembukaan festival tersebut. Saat sang drummer, Erwin memainkan bagian solo drum selama kurang lebih lima menit pada “Tukang Ojek Pengkolan”, sontak seluruh pengunjung Ramadhan Blues 2016 bertepuk tangan dengan riuh nya sesekali diiringi dengan siulan. Mereka seakan tak percaya, bahwa pendatang baru ini memiliki materi musik yang sangat kuat dan bernyawa. Memadukan Rock, Jazz, Shoegaze, Ambience dan beberapa warna lain, dan mereka menolak ketika ditanya apa jenis musik yang mereka mainkan. “Inilah musik kami, silakan sebut sendiri apa namanya, kami tidak tahu” timpal Ardian pemetik Gitar di tengah – tengah penampilan nya bersama Adaptasi Diri.
Tak mau kalah, penampilan selanjutnya “Brightsize Trio” asal kota Jogjakarta makin memanaskan area festival dengan Blues Rock nya. Mereka tak mengira dengan antusiasme pengunjung Ramadhan Blues 2016 yang begitu tinggi dan bersemangat. “Pertama kali kami tampil disini, sebuah kehormatan bermain di festival yang telah berjalan selama tujuh tahun berturut – turut. Salut dan respek untuk Ramadhan Blues. Panitia dan penonton nya gila!” ujar Desy Nugroho, sang pembetot Bass yang bertubuh gemuk ini. Sebagai seorang pegiat Blues di kotanya, Desy merasa tersanjung bersama grup nya diberikan kesempatan tampil, di tengah kesibukan di studio rekaman untuk debut album mereka. Berkali – kali aksi sang gitaris Angga Waskita (16) yang masih duduk di bangku kelas X sebuah SMK di Jogjakarta ini membuat histeris pengunjung makin menjadi.
Agak menurunkan suasana festival yang sempat memanas akibat gempuran dari tempo – tempo cepat dan beat – beat dinamis yang disajikan dua penampil sebelumnya, Gendhit seorang gitaris dan pencipta lagu asal Banyumas mampu mendinginkan suasana kembali. Dengan selalu diiringi gurauan – gurauan nya yang khas mampu membuat pengunjung Ramadhan Blues 2016 merespon dengan tawa mereka. Dengan khidmat, Gendhit memainkan beberapa single nya yang telah dirilis melalui Soundcloud, seperti Bumi Semakin Tua serta Dua Musim. Dan yang paling membuat para pengunjung menjadi gila tak terkendali berteriak – teriak kencang, saat di lagu terakhir yang berjudul Soul of Improvisation, Gendhit membanting gitar dobro nya seraya mengakhiri pertunjukan. Applaus dari para pengunjung yang memadati dengan duduk lesehan pun berhasil didapat Gendhit dengan sukses.
Berturut – turut Mutiara, Nissan Fortz mempertontonkan kemampuan mereka untuk mengajak pengunjung Ramadhan Blues 2016 ikut menyanyikan single mereka seperti Sore Sebelum Hujan dan Biru. Bagi Nissan Fortz sendiri, Ramadhan Blues 2016 ini adalah kali kedua nya berkesempatan unjuk gigi di Purwokerto. Setelah sebulan sebelumnya musisi yang begitu dikenal di Bandung ini tampil pada gigs Colok & Mainkan #2 garapan dari Gasebu. Mutiara yang tampil bersama grup pengiringnya nya; Aditya Bayu (Gitar), Didi Permadi (Drum) serta Diar Wisnu (Bass) pun mengaku merasa terhormat dapat bersanding dengan para musisi – musisi yang dia kagumi selama ini.
Menurut pengakuan dari beberapa pengunjung, mereka merasa sangat terpuaskan dengan gelaran festival dari Gasebu UMP ini. Hesa, seorang pengunjung asal Banyumas yang mengambil posisi terdepan saat menyaksikan pertunjukan, mengaku sangat puas dengan Ramadhan Blues kali ini. Paling puas dibanding tahun – tahun sebelumnya. Saya senang! akunya. Begitupun yang dikatakan oleh Endy, penggebuk drum dari Brightsize Trio (Jogjakarta), saya tidak menyangka dengan apa yang saya lihat baru saja. Purwokerto memiliki musisi – musisi bertalenta, permainan mereka sangat menginspirasi. Dan kami akan berencana mengundang mereka tampil bersama di Jogja saat kami launching album nanti di bulan Agustus, beber Endy di belakang panggung setelah festival berakhir.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.