DANDELIONS “MENABUR BUNGA, MERAYAKAN PROTES” DI HARI BURUH

”DANDELIONS “MENABUR BUNGA, MERAYAKAN PROTES” DI HARI BURUH”

SELAMAT HARI BURUH ANAK ANAK BUNGA! 1 MEI 2018. Headline “Menabur Bunga, Merayakan Protes” ini adalah judul esai karya dari “Anak Bunga” yang mana esai tersebut tersisipkan didalam VCD yang DANDELIONS bagikan secara cuma-cuma di tempat para buruh sedang menyampaikan aspirasinya yaitu Kantor Gubernur Grahadi, Surabaya. Perlu diketahui, subyek “Anak Bunga” ini adalah salah satu dari “Anak-Anak Bunga”. “Anak-Anak Bunga” adalah nama atau sebutan untuk para penggemar DANDELIONS. Yang mana didalam esai tersebut, pada intinya “Anak Bunga” ingin menyampaikan “Menabur Bunga, Merayakan Protes” yang mendefinisikan bahwa penyampaian aspirasi ataupun protes, lebih baik apabila dilakukan secara damai, penyampaian aspirasi tidak harus dalam bentuk anarki ataupun kekerasan. Dan sangat sesuai dengan pesan yang tersirat didalam esai dari “Anak Bunga” yaitu “Menabur Bunga, Merayakan Protes” terjadi kondisi dan situasi di Grahadi pada saat itu memang berjalan damai dan lancar, tanpa luput mengenai isi dari aspirasi yang ingin para buruh akan sampaikan.

Tepat 1 Mei 2018 ini juga genap sudah satu tahun Video Musik Resmi dari single “Kolonialis Bos” ini muncul di kanal Youtube. Maka dari itu, DANDELIONS kali ini membagikan dalam bentuk rilisan fisik yaitu VCD yang berisikan Video Musik Resmi single “Kolonialis Bos” dan esai yang ditulis oleh “Anak Bunga”. VCD ini hanya terbatas, tidak diperjual-belikan, khusus 1 Mei 2018 dan hanya dipersembahkan secara cuma-cuma kepada para buruh yang berbondong-bondong di Grahadi Surabaya ingin menyampaikan aspirasi mereka. Perlu diketahui, artwork visual yang terpampang sebagai cover dari VCD ini adalah karya dari Rakhmad Dwi Septian atau akrab dipanggil ‘Kuro’. Kuro adalah figur yang juga membuat artwork visual mini album DANDELIONS yaitu “Mantra Sakti’, yang pada saat itu Kuro berkolaborasi dengan Redi Murti atau akrab dipanggil “Redi”.

Pada saat di grahadi, tepatnya pada pukul 11.30 pagi, terlihat sudah ada pergerakan dari para buruh untuk mempersiapkan orasinya. Pada saat itu juga merapat dan mencoba berkoordinasi dengan penanggung jawab buruh. Hingga akhirnya sang penanggung jawab memberikan arahan untuk tetap di tempat dikarenakan akan ada pembagian VCD dari grup band DANDELIONS. Proses penyebaran VCD inipun masih sesuai dengan “Menabur Bunga, Merayakan Protes” yaitu berjalan damai dan lancar seuai apa yang diharapkan, bahkan pada saat penanggung jawab memberikan arahan untuk tetap di tempat setelah penyampaian orasi mereka selesai, para buruh bertepuk tangan secara kompak sembari personel DANDELIONS memasuki barisan untuk membagikan VCD tersebut. Panas yang cukup terik pada saat itu dan antusias para buruh justru membuat DANDELIONS sadar bahwa antusias para buruh ini tidak perlu diragukan lagi. Harapan kami di 1 Mei 2018 ini bisa membuat para buruh mengenang bahwa isi dari VCD single “Kolonialis Bos” yang mereka terima adalah semangat yang sama dengan DANDELIONS rasakan pada saat turun untuk merayakan hari buruh ini. Salam Anak-Anak Bunga! Terima Kasih!

Menabur Bunga, Merayakan Protes

Bangun pagi pergi kerja, rutinitas biasa
Sarapan roti, minum susu gak sempat
Kunting buruh pabrik kerja keras keringat deras banting tulang
Mimpi banyak uang, punya banyak istri hahay..
Gaji 5 bulan, gajinya ga dibayar
Lakukan protes, malah di PHK
Kunting lagi sedih, dinina bobokin lagi
Mimpinya gak hepi. Si bos ingkar janji
Bangun pagi pergi kerja, rutinitas biasa
Sarapan roti, minum susu gak sempat
Ipok buruh pabrik kerja keras keringat deras banting tulang
Mimpi punya rumah, punya dapur cantik
Ipok lagi sedih, dinina bobokin lagi
Mimpinya gak hepi. Si bos ingkar janji
Lagi-lagi sedih, dinina bobokin lagi
Mimpinya gak hepi. Si bos ingkar janji

Dandelions –Kolonialis Bos

Ada ratusan bahkan ribuan Ipok dan kunting sosok yang kasat mata berada di sekeliling kita. Tidak terlihat karena bisa jadi punya nama lain Asep, Iwan dan Hari mungkin juga Yatmi. Selain tidak terlihat mereka juga tidak terdengar mungkin karena tidak ingin mengeluh karena tidak ingin tenaga dan suaranya menguap di udara. Bayangkan jika ribuan Ipok dan Kunting semua berkumpul, berserikat seraya berteriak menuntut haknya maka gaungnya akan nyaring terdengar.

Akhir-akhir ini kita melihat perampasan ruang hidup dan pencaplokan lahan yang menggila di berbagai daerah, di Kulon Progo, di Taman Sari hanya contoh kecil bagaimana saudara saudari kita hak asasinya dicerabut oleh negara diusir dari tanah nenek moyang. Belum lagi nasib buruh outsourcing dengan embel-embel pekerja kontrak yang kian merajalela.

Sudah sejak lama ‘generasi bunga’ atau ‘flower generation’, sambil mengenakan simbol bunga melakukan aksi protes dan solidaritas dalam aktivitas gerakan buruh. Generasi bunga juga melawan moncong senjata yang diarahkan untuk menegakkan dominasi dengan perang. Bunga menjadi pengingat dan pengantar mereka yang menjadi korban ketidakadilan dan kesia-siaan atas nama kuasa.

Dandelions sebagai ‘bunga’ tumbuh dengan ideal melestarikan tradisi menolak kekerasan dan ketidak adilan mengajak kawan-kawan menebar bunga, melakukan aksi solidaritas dan berpartisipasi melakukan protes. Hari buruh merupakan saat tepat meneriakkan ketimpangan. Jangan biarkan pembangunan diskriminatif, ketidakadilan serta kepentingan korporasi membutakan dan menggerogoti hidup. Mari menabur bunga, mari merayakan protes!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.