DEUGALIH SEGERA MERILIS ALBUM SOLO “TANAHKU TIDAK DIJUAL”

Poster Promo 1

Deugalih Merilis Album Solo Tanahku Tidak Dijual

Berjumpa dengan Galih, artinya bertemu dengan energi yang meloncat-loncat. Sebentar dia akan bicara soal rencananya tentang album, lalu berpindah obrolan tentang keinginannya membuat video, pindah cerita lagi soal tema apa yang ingin dia angkat kali ini. Rencananya banyak, semua bermuara pada satu hal, album solo baru yang sedang ia garap, Tanah Ini Tidak Dijual.

Mengangkat tema Tanah, yang merupakan kelanjutan dari tema Air yang ia tuangkan bersama bandnya, Deugalih & Folk dalam album Anak Sungai, kali ini Galih ingin berjalan sendiri dengan nama Deugalih. Proses pembuatan albumnya sudah berjalan selama dua tahun sebelum akhirnya ia merangkum semuanya dalam 14 lagu, direkam dengan cara satu kali take di studio yang menghabiskan waktu hanya dua hari.

“Album ini temanya berat sekali tapi saya ingin membuat ini menjadi sesuatu yang remeh.” begitu katanya. Semua liriknya pendek tapi didalamnya ada begitu banyak cerita dan harapan. Tentang pulang ke kampung halaman, tentang tanah yang selalu menjadi perebutan kekuasaan, modal yang berputar di kota, TKI, Papua, Kendeng, Batang dan banyak lainnya, ada di album ini.

“Saya muak dengan banyak hal di Indonesia tapi sekaligus juga tahu bahwa menghadapi banyak hal di sini, tidak bisa hanya dengan kemarahan. Harus dengan banyak humor, melemparkan pemikiran kecil ke banyak kawan, dan semoga album ini menjadi jalan untuk membuka pemikiran orang yang mendengarkan, bahwa tanah kita ini selalu menghadapi ancaman, di mana pun kita berada.”

Tanah Ini Tidak Dijual akan rilis dalam waktu dekat. Berikut ini adalah single dari album tersebut, Di Kampungku.

Di Kampungku

Di kampungku, banyak sawah, ibu menunggu.

Di kampungku, tetangga ramah, doa ibuku.

Wajar saja kalau aku ingin pulang,

Wajar saja kalau jadi ingin pulang.

Lirik & Musik: Deugalih

Foto: Sandy Usenk Jayasaputra

Desain layout: Feransis

Kontak: 087875794566, deugalih@gmail.com

Deugalih, Omu Recs, 2017

Deugalih

Tentang Deugalih

Deugalih ialah  Galih Su, mengawali perjalanan musiknya tidak sebagai musisi, namun scenester.

Dia mulai aktif mendongeng sekaligus  bermusik untuk menyalurkan rasa gelisah atas kondisi sosial, budaya dan lingkungan di tanah air. Pada tahun 2015, Galih sempat membuat album Anak Sungai bersama bandnya, Deugalih & Folks.

Selain itu dia adalah salah seorang yang aktif di skena folk sejak 2002 bersama WastedRockers sebagai partner in crime dalam membuat gigs. RedNeck, Three Days Blues Plus, Uma Huma dan lain sebagainya adalah gigs yang dibuat oleh mereka sirka 2002-2011.

Sekarang Galih aktif mengajar di sebuah sekolah swasta di Jogjakarta sembari tetap memainkan musiknya.

Tanahku Tidak Dijual adalah album solo pertamanya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.