Liputan : Indonesia Netlabel Festival 2012

Long weekend minggu lalu di Jogjakarta diisi oleh dua acara menarik dan sayang untuk dilewatkan, pertama adalah #INF2012 yang diselenggarakan oleh Komunitas Netlabel dan Internet radio se-Indonesia pada tanggal 16-17 november, dan hajatan kedua adalah tanggal 18 november  untuk lima kali Ngayogjazz digelar di Jogjakarta, tepatnya di Desa wisata Brayut, Sleman.

Kali ini saya akan sedikit menceritakan tentang #INF2012 dulu, di post selanjutnya saya akan menceritakan tentang Ngayogjazz-nya, prab. Agar berurut dan terlihat lebih tertata.

Apakah itu #INF2012?

Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang event ini. Acara ini bisa dikatakan jambore Netlabet dan Radio Streaming yang terdapat di Indonesia. Mulai dari Kopi darat para peserta, workshop radio online, hingga sablon kaos merchandise. Peserta Jambore ini antara lain : Yes No Wave Music (Yogyakarta), Inmyroom Records (Jakarta), Hujan! Rekords (Bogor), StoneAges Records (Depok), MindBlasting (Jember), Pati Rasa Records (Bantul), Tsefula / Tsefuelha Records (Jatinangor), Kanal 30 (Malang), EarAlert Records (Yogyakarta), Lemari Kota (Depok), Experia (Bandung), Death Tiwikrama (Australia), Megavoid (Malang), SoundRespect (Yogyakarta), Flynt Records (Bandung), Valetna Records (Semarang), Milisi Audiocopy (Surabaya).

Jumat siang 16 november 2012, sekitar pukul 13.00, Bertempat di Kedai Kebun Forum (KKF), Dibuka dengan #INFTALK yaitu diskusi tentang Musik sebagai pemberdayaan Budaya, Dengan pembicara: Nuning (Kunci cultural studies), Dina (Moderator), Wok The Rock (YesNoWave), Angkuy (Bottlesmoker), dan Ivan Lanin ( Creative Commons Indonesia). Diskusi ini Beranjak dari Paper Nuraini Juliastuti (nuning/KUNCI) yang menganalisa tentang perkembangan Netlabel di Indonesia. Lalu para peserta diskusi dibawa untuk membahas tentang bagaimana musik dikonsumsi, diproduksi, didistribusikan dan diatur pada tahap lanjut produksi musik tersebut. Diskusi Berlangsung seru hingga menyentuh pukul empat sore, molor dari jadwal yang seharusnya hingga jam tiga.

Pukul empat sore lewat sedikit, dimulailah #INFWORK yaitu Lokakarya Radio Online. Sebagai pembicara adalah Kami sendiri “Radio yang seharusnya anda duga” PAMITYANG2AN QWERTY Radio dan Hujan! Radio. Dalam Workshop ini para peserta dengan cuma – cuma mendapat pendidikan singkat tentang bagaimana cara membuat dan menjalankan sendiri radio online mereka. Prab Endoch bertugas mewakilkan PAMITYANG2AN dan prab Roby sebagai pembicara dari Hujan! radio. Para peserta yang ingin mengikuti workshop ini cuma disyaratkan untuk membawa laptop sendiri, kalau bawa PC dari rumah pastilah akan gentoyong dan terlihat Semonone :D. Workshop ini berjalan penuh keseriusan, dan terlihat semacam mengikuti kelas IT dikampus orang berdasi, hingga ada seorang penonton workshop tertidur dipojokan, mungkin si prab yang tidur terlalu lelah atau memang jam wajib tidur siangnya.

Nah, #INF2012 day 1 ditutup dengan #INFSCREEN yaitu pemutaran film documenter “PRESSPAUSEPLAY” karya dari David Dworsky & Victor Kohler. Film yang menceritakan tentang Revolusi digital dari dasawarsa yang lalu  telah membuka katup – katup kreativitas dan talenta dalam  skala yang tidak terbayangkan, dengan kesempatan – kesempatan tak terbatas.

Selain dari #INFTALK, #INFWORK, dan #INFSCREEN, Juga ada #INFUND yaitu penggalangan dana demi keberlangsungannya Indonesia Netlabel Festifal, dan #INFSHARE yaitu akses untuk meng-copy semua rilisan dari Netlabel yang mengikuti acara Indonesia Netlabel Festival.

Masuklah kita di hari Kedua, 17 november 2012, yaitu #INFGIG1 pertunjukan musik yang dimulai sedari sore. Pukul empat hingga menjelang maghrib diisi oleh Serigala jahanam, Sodadosa, Terapi Urine, dan Creo Nova. Nyore disambi kebisingan yang meningkatkan adrenaline, didukung Cuaca sore yang mendung. Sehabis Maghrib acara dilanjutkan oleh Dream Society, Hanya dua lagu dari mereka cukup untuk membangun suasana dan disaat lagu kedua baru sekitar sepuluh detik dimainkan, performance mereka dihentikan sejenak dikarenakan masjid depan venue sedang melakukan kegiataan keagamaan, para penonton menyambut dengan tertawa sembari menunggu ibadah selesai. dilanjutkan oleh Band Rock Kabupaten Sangkakala, Dandanan modis ala macan kampus menghiasi panggung dan para penonton mulai berdiri dan sembari merapatkan barisan ke panggung. ditutup dengan track maut Tong setan yang membawa penonton ikut singlalong. Belkastrelka, mereka mendinginkan suasana yang tadinya beringas dan liar oleh sangkakala, penonton tampak serius menikmati alunan musik elektro dan suara syahdu asa sang vokalis. Bottlesmoker yang datang jauh – jauh dari bandung juga tak mau kalah, mereka seakan menghipnotis penonton untuk tertegun dan beberapa dari mereka terlihat bergoyang menikmati alunan tinunit – tinunit, duo Nobi dan Angkuy ini seakan tak kehabisan ide, balon – balon gelembung dari sabun yang sesekali meyembur mengingatkan akan masa kecil dulu. Frau, Setelah sekian lama tak wara wiri di panggung permusikan Jogja, Comeback nya Lani mungkin salah satu yang paling ditunggu – tunggu, nona muda yang penuh talenta ini selalu memukau dalam setiap penampilannya, duet bersama Wok The Rock semacam hal yang paling menggelitik malam itu, Wok berperan sebagai kucing dalam track Rat and Cat. Dan #INFGIG1 ditutup dengan Performance Epic oleh Seek six sick. Hadirnya Jarot sebagai vokali dan Bofuck sebagai vokalis tamu malam itu sungguh luar biasa, seperti track Escape From Venus feat Bofuck sungguh – sungguh membuat penonton mulai merapat dan menggila. Intro Menghabiskan matahari dimulai dan disaat yang sama sony meraih mic dan merapat ke penonton membuat semua barisan depan mulai berakapela sembari mengangkat tangan ke udara. Seek six sick sukses membayar keriuhan weekend sebagai penutup acara malam itu. Tak hanya sampai disana, Acara INF masih dilanjutkan di Oxen Free, jl Sosrowijayan no 2. #INFGIG2 diplot sebagai after party dari Indonesia Netlabel Festival, dengan konsep hingar – bingar malam, dengan amunisi panggung Terbujur kaku, Umaguma + Lintang, dan Fyahman sebagai penutup.

Sukses terus untuk Indonesia Netlabel Festival, sampai jumpa tahun depan, dan semoga menjadi acara tahunan. Cheersss praaabb!!!!

 

Oleh: karyawan magang

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.