Liputan : NGAYOGJAZZ 2012

Nah, di post sebelumnya saya bercerita tentang weekend di Jogja ada dua acara menarik. Yang pertama adalah digelarnya untuk pertama kali Indonesia Netlabel Festival di Jogjakarta. Dan di Post kedua ini saya sebagai karyawan magang akan bercerita tentang NGAYOGJAZZ yang bertajuk DENGAN NGEJAZZ KITA TINGKATKAN SWASEMBADA JAZZ seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya.

Untuk keenam kalinya Ngayogjazz di gelar di Kota ini, Jogjakarta. Setelah lima kali berturut – turut ber-venue si selatan Jogja, inilah saatnya untuk Ngayogjazz unjuk gigi di bagian utara Jogja, iya sangat utara. Tepatnya di Desa wisata Brayut Sleman. Pasti banyak yang bertanya – tanya sebelumnya dimanakah desa Brayut tersebut terletak? saya juga bertanya – tanya sama tuhan, tapi tuhan menjawab melalui peta dan teman terdekat.

Sekitar pukul dua siang Minggu legi, 18 november 2012 saya mendarat di Brayut, hujan masih sesekali merintik. Seharusnya saya sudah disana sedari tengah hari, karena hujan yang agak lebat dan saya memutuskan untuk menunggu untuk sedikit reda. Namun berbeda dengan teman – teman Pamityang2an lainnya yang sudah di venue sedari pagi, mereka memang jauh lebih pro dibanding saya yang masih magang ini :D.

Nah, prab… Sesampainya di venue, parkiran sudah tampak sesak, dan ternyata hujan tidak menghalangi niat para penonton untuk menyambangi utara. Selangkah menapakkan kaki di venue langsung disuguhkan oleh instalasi SUGENG RAWUH yang sangat mencuri mata. Ada enam panggung di Brayut, yaitu panggung : Keprak, Luku, Caping, Pacul, Lesung, dan Ani – Ani.

Menurut info orang dalam yang terpercaya, teman – teman Pamityang2an yang cekatan dan lihai melihat peluang, Se-karung mantol fotogenik ludes terjual siang itu berkat gerimis yang penuh berkah. Mungkin ini sesuai dengan quote Karena Mantol adalah Harapan, dan Sambil jual Mantol minum air.

Selain untuk menonton panggung permusikan, di desa wisata Brayut ini, kita juga di ajak untuk berwisata kesegala penjuru, kerana tata letak panggung satu dan lainnya saling berjauhan. Jadi sambil lihat kiri kanan pemandangan yang asri dan menikmati alunan musik jazz, kita juga dapat wisata kuliner yang mana para pedagangnya adalah penduduk sekitar. Kapan lagi kita bisa berwisata sambil ngejazz, dan ngejazz sambil berwisata. Inilah yang disuguhkan oleh NGAYOGJAZZ. Musik jazz bukan hanya untuk kalangan atas, namun untuk semua lapisan masyarakat.

Sebut saja nama – nama besar yang turut berbagi musik dalam event akbar ini, seperti : Sinten Remen, ESQI:EF, Jen Shyu, Barry Likumahuwa Project, Benny Likumahuwa, Ketzia, Indro Hardjodikoro The Fingers, Sound of Hanamangke, MuciChoir, Jay & Gatrawardaya feat Tesla Manaf, Everyday Band, Danny Eriawan Project, Idang Rasjidi, Shadu Rasjidi, Shaku Rasjidi, Toninho Horta, Erwin Zubiyan and Friends, Irianti Erningpraja & Ermono Soekaryo, dan banyak lagi yang datang jauh jauh dari Semarang, Surabaya, Solo, Purwokerto dan bahkan dari Sumatra.

Cuaca sore itu memang tampak labil dan mendung, namun hingga malam semakin banyak yang datang meskipun hujan kembali turun. Warna – warni Penonton di bungkus plastik terlihat dari atas panggung. Seperti saat ESQI:EF menghentak panggung Lesung, penonton tetap setia merapatkan barisan di depan bibir panggung dengan sesekali terdengar suara mereka ikut bernyanyi. Setelah ESQI:EF selesai dipanggung Lesung, Barry Likumahuwa Project menanti giliran mereka untuk menghentak Panggung Pacul, namun sebelum BLP, waktunya I Know You Well Miss Clara (YOG) untuk menghangatkan suasanya yang mana cuaca mulai gerimis lagi. Setelah tidak lagu dari Miss Clara, Panggung tampak gelap dan hanya terlihat samar – samar Kru dari BLP mempersiapkan alat. Dan seketika lampu panggung menyala disambut oleh teriak riuh penonton yang tidak takut hujan, dan kebanyakan penonton wanital yang berteriak histeris.

Setelah BLP, masih dipanggung Pacul yang memang sengaja diset sebagai panggung penutup acara Ngayogjazz. Idang Rasjidi, Shadu Rasjidi, dan Shaku Rasjidi mengamnil alih panggung, dan  dilanjutkan dengan penampilan pamungkas dari Jazz Gudangan yang mana para personilnya adalah gabungan dari beberapa band yang ikut ambil bagian dalam event Ngayogjazz 2012. Lewat tengah malam sekitar pukul satu dinihari acara ini resmi ditutup oleh jazz gudangan. Sampai disinilah kisah Ngayogjazz 2012, dan mari kita tunggu tahun depan Ngayogjazz 2013 di venue yang tidak terduga.

 

 

Oleh : Karyawan Magang

You may also like...

1 Response

  1. vindrasu says:

    fotonya bagus-bagus ini, pasti yang motret ganteng juga… *sun jauh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.