SOLOENSIS MERILIS VIDEO LIRIK SINGLE “BERTEMU SEMESTINYA”

Tentang Bertemu Semestinya

Lagu ini adalah cara kami untuk menyampaikan rasa terimakasih khususnya pada setiap panggung yang melibatkan Soloensis baik yang sudah terjadi, yang sedang dan akan diselenggarakan. Kami ucapkan terimakasih pada penyelenggara acara,pada teman teman yang terlibat langsung datang dan menikmati acara yang terselenggara. Kami menganggap bahwa bertemunya kami ( soloensis ) sebagai pihak yang menyuguhkan pertunjukan di panggung, dengan teman teman yang datang menikmati pertunjukan dan dengan panitia sebagai pihak penyelenggara acara adalah sebuah pertemuan yang “semestinya” karena menurut kami ( soloensis ) ketiga belah pihak sudah menjalin hubungan yang mutualis ( saling menguntungkan ). Bertatap muka, berdialektika , saling jaga, tidak saling “mengkultuskan”, menurut kami adalah point penting sebagai indikasi bahwa setiap pertemuan adalah semestinya seperti itu.

BERTEMU SEMESTINYA
bukan tak sengaja yang terjadi
tertarik kita pada kutub yang sama
ekspresikan hati dan olahrasa
sembari bersama dialektika
senang, aku senang seperti ini
bertemu kita pada yang semestinya
bertatap muka dan saling jaga
sehat fikirnya juga jiwanya
terimakasih pada yang menjadikan
dari tertekan menuju pembebasan
lelah selama dalam perjuangan
tergantikan dengan perjamuan
bukan bukan, bukan saling kultus
bukan pula sesuatu yang kudus
ini hanya ritual sederhana
sesederhana ketika aku teriak
aa… aaaa..a…. aa… aaaa..a…..

Single Bertemu Semestinya ini dirilis dengan konsep video lirik yang di unggah di channel youtube Soloensis.

 

Selamat menikmati dan semoga berbahagia

produksi lagu:

recording drum di Studio Musik Rdt, solo

recording bass, gitar, vokal di Crossroad Record studio, solo

mixing dan mastering oleh Sinom Jalu di Crossroad Record studio

produksi visual

footage video dari Janu, Gigih, Maman Padang, Ardi, Edgar

editing video oleh Maman Padang

visual lyric oleh Ari Hamzah

Artwork oleh Lenoc Bastard

 

Profile Soloensis

Band ini mulanya diprakarsai oleh 2 orang kakak beradik, adalah Gema Isyak ( vocal+gitar ) dan Pungkas Pinundi ( vocal+gitar : 2008-2015, vocal+bass : 2016-sekarang ). sejak di bangku SMA tahun 2008 Soloensis terbentuk, hingga akhirnya melahirkan album berisi 6 track berjudul “self titled” di tahun 2014, Soloensis sudah mengalami bongkar pasang personel, terutama di pemegang bass dan drum. Dan di album “self titled” 2014 berhasil dirampungkan dengan personel Gema Isyak ( vocal+gitar ), Pungkas Pinundi ( vocal+gitar ), Janu Joni ( bass ), Galang Dick Biondy ( drum ). Album “self titled” berjalan dan menjadi kendaraan berproses band ini Hingga awal 2017. Mereka mengalami pergantian personel lagi. Karena kebutuhan pekerjaan tetap, yang tidak bisa dilakukan bersamaan dengan nge-band, akhirnya Janu dan Galang memutuskan untuk undur diri dari nge-band. Kondisi itu membuat Pungkas dan Isyak harus merumuskan lagi formasi personel Soloensis. Sampailah dari pertengahan 2016 hingga sekarang, Sinom Jalu ( gitar ) masuk menggantikan posisi Pungkas dan Pungkas pindah di posisi bassist, Faisal Ardi ( drum ) masuk menggantikan posisi Galang. Semenjak Jalu dan Faisal masuk, Soloensis sudah menambah 3 lagu ( single ). Bertemu semestinya adalah single ke – 3 setelah rilisnya album “self titled” Soloensis. Yang pertama adalah sederhana saja disusul renovasi dini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.