EXTREME DECAY MERILIS MINI ALBUM “ANTIVIRAL” DALAM FORMAT VINYL 7 INCH

Extreme Decay Mengemas Antiviral EP Dalam Format Vinyl

Unit grindcore asal kota Malang merilis Antiviral EP dalam format piringan hitam ukuran tujuh inci melalui label rekaman Samstrong Records.

Extreme Decay resmi merilis mini album bertajuk Antiviral dalam format piringan hitam ukuran tujuh inci melalui label rekaman Samstrong Records. Vinyl ini memasuki masa pre-order dan sudah bisa dipesan mulai dari tanggal 5-14 Maret 2022 melalui akun media sosial Samstrong Records. Antiviral 7” akan beredar di pasaran luas melalui sejumlah toko rekaman independen di berbagai kota di Indonesia mulai tanggal 15 Maret 2022.

Mini album Antiviral sebelumnya sempat dirilis dalam format kaset dengan jumlah terbatas 100 keping melalui label rekaman Disaster Records bertepatan dengan momen Record Store Day (RSD), 22 Juli 2021 silam. Dalam waktu singkat, kaset itu ludes diserbu pembeli dan penggemar Extreme Decay. Sold out.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Extreme Decay juga bersepakat dengan Samstrong Records untuk merilis mini album tersebut dalam format piringan hitam. Bedanya, kalau Antiviral format kaset itu berisi 5 lagu saja. Sedangkan dalam format vinyl ini ada tambahan dua lagu yang belum pernah dirilis sehingga total berisi 7 lagu. Salah satunya adalah lagu “Kolaps” yang direkonstruksi ulang oleh musisi noise asal Yogyakarta, Indra Menus.

Titel Antiviral diambil dari salah satu judul lagu Extreme Decay yang juga termuat dalam EP tersebut. Menurut Ravi, yang menulis musik dan lirik lagu itu, “Antiviral” terinspirasi dari film berjudul sama yang pernah dia tonton. Isunya seputar kultur media sosial yang tidak sehat, pemujaan dunia selebritas, kultus idol, serta obsesi manusia akan status pengakuan dan hedonisme.

Lagu-lagu lainnya adalah “Kolaps” yang bercerita soal keruntuhan planet bumi akibat bencana ekologi, “Mendakwa Otak” soal arogansi kebenaran dan penghakiman tanpa nalar, “Skeptik Tank” tentang praktek vampirisme pada dunia nyata di sekitar, “Invasi Pengerat” yang bertutur soal tindak oportunis dan sosok kanibal bagi sesama manusia, “Merapal Lapar” yang menyoal kesenjangan sosial ekonomi masyarakat tertindas, serta “Kolaps” versi remix dari Indra Menus yang berlimpah bunyi-bunyian drone dan doom yang berisik di sekujur lagu.

Mini album Antiviral merupakan bagian dari proses rekaman musik terbaru Extreme Decay di Natural Studio (Surabaya) pada tanggal 12-13 Juni 2021 silam. Sang pemilik studio, Irwan, yang bertindak selaku sound engineer dalam proses rekaman selama dua shift tersebut dengan supervisi penuh dari personel Extreme Decay.

Materi mini album Antiviral dalam format piringan hitam ini juga telah mengalami proses remixed dan remastered yang dikerjakan oleh Yobbi Ananta di Grim Studio (Jakarta) pada tanggal 2-6 Agustus 2021 lalu. Kualitas sound-nya tentu terdengar lebih lebar, menampar dan in-your-face.

Piringan hitam Antiviral 7” hanya dirilis terbatas 250 kopi saja dengan sampul gatefold premium. Tersedia dalam dua warna plat, yaitu hitam (150 kopi) dan oranye (100 kopi). Harga pre-order selama tanggal 5-14 Maret 2022 dipatok sebesar Rp.175.000,-, dengan bonus poster, stiker, dan pin selama persediaan masih ada. Selepas masa pre-order, vinyl ini akan dipasarkan ke publik luas mulai tanggal 15 Maret 2022 dengan harga Rp.200.000,- yang bisa didapatkan di sejumlah toko rekaman yang ditunjuk.

Sebagai bagian dari promosi perilisan vinyl ini, Extreme Decay smeluncurkan single baru “Invasi Pengerat” yang dikemas dalam wujud video musik garapan Dimas Tirta Arwana dan sudah bisa disimak melalui kanal YouTube Samstrong Records, sejak beberapa hari lalu.

Extreme Decay merupakan unit pengusung musik grindcore yang terbentuk di kota Malang pada tahun 1998. Sejak awal karirnya, mereka sudah langsung memproduksi berbagai karya rekaman dalam berbagai format. Extreme Decay telah merilis beberapa album melalui berbagai label rekaman di Indonesia maupun luar negeri, termasuk sejumlah proyek album split dan kompilasi internasional selama lebih dari dua dekade eksistensi mereka.

Formasi Extreme Decay saat ini digawangi oleh Ravi (gitar/vokal), Ruli (gitar/vokal), Nizar (bass/vokal), dan Eko (drum/vokal). Sekarang, Extreme Decay sedang sibuk menyiapkan materi split album dengan Busuk yang akan dirilis oleh Unleash Records, proyek reissue salah satu album klasik mereka, serta materi musik terbaru untuk bakal album penuh Extreme Decay yang akan dirilis pada tahun 2022.

Selain itu, mereka juga sedang membenahi situs resminya www.extremedecay.com dan merilis berbagai jenis merchandise, sembari menanti era pandemi berlalu agar bisa kembali melakoni tur dan konser demi menyapa fansnya secara langsung. Sepertinya ini bakal menjadi salah satu era paling sibuk dan produktif bagi Extreme Decay. Grind On!

Extreme Decay – Antiviral 7” EP
Record Label: Samstrong Records
Release Date: March 15, 2022

Tracklist:
1. Intro + Kolaps
2. Antiviral
3. Skeptik Tank
4. Merapal Lapar
5. Invasi Pengerat
6. Mendakwa Otak
7. Kolaps – Drone Doom Remix by Indra Menus

Pre-order Vinyl Antiviral 7” EP di Samstrong Records:
https://www.instagram.com/p/Cati-NVrgV6/

Video musik “Invasi Pengerat”:

 

Publicity & Media Relations
Samack
Mobile +628179664609

Extreme Decay
https://instagram.com/extremedecay.grind
https://extremedecay.bandcamp.com
http://www.facebook.com/extremedecay
https://extremedecay.com/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *