OMWAWES MERILIS VIDEO MUSIK “KABUR KANGINAN”

SEBELUM LUNCURKAN ALBUM TERBARU, OMWAWES MENYAPA LEWAT VIDEO MUSIK “KABUR KANGINAN”

OmWawes, salah satu band dangdut asal Yogyakarta merilis video musik terbaru mereka bertajuk “Kabar Kanginan” pada Minggu 3 Oktober 2021 di kanal YouTube mereka. Lagu ini sengaja dilepas sebagai langkah awal untuk memulai perjalanan album kedua yang rencana dirilis tahun 2022.

Ide lagu “Kabar Kanginan” ini berangkat dari drummer OMWAWES, Tony Kurniawan. Tony datang lengkap dengan lirik dan nadanya, sementara personel lain langsung menambahkan bentuk aransemennya. “Kabar Kanginan” berkisah tentang seseorang perempuan yang baru saja putus cinta. Meski sudah berpisah, perempuan yang bekerja sebagai PSK tersebut masih sangat mencintai mantannya.

Sang mantan mengetahui bahwa si perempuan tersebut berprofesi sebagai PSK dari seorang teman. Temannya memberitahu, bahwa ia pernah menggunakan jasa mantan pacarnya tersebut. Mendapat kabar itu, ia pun semakin patah hati dan tidak menyangka apa yang sebenarnya terjadi, namun ia masih saja sulit untuk move on.

Menurut vokalis Dhyen Gaseng, ini merupakan lirik paling ‘nakal’ di antara lagu-lagu lainnya dari OMWAWES. “Liriknya sangat lugas, dan blak-blakan, dimana ada kalimat yang bermakna bahwa si perempuan “digilir” oleh para lelaki hidung belang,” ujarnya.

Begitu juga dengan video klip yang disutradarai Ryan Aditya ini, tentunya juga akan lebih vulgar dari karya-karya sebelumnya, dimana adegan prostitusi tampak di beberapa scene. Sementara dari segi aransemen, “Kabar Kanginan” dibuat lebih ringan dari lagu-lagu sebelumnya. Di awal lagu kental dengan nuansa Congdut, dan Dangdut Original, sedangkan di bagian akhir lagu dibuat lebih cepat dan kencang ala OMWAWES, dengan sentuhan synth, distorsi, dan brass section.

Di lagu ini OMWAWES juga ingin kembali ke era awal mereka memulai karirnya, dimana menggunakan teriakan-teriakan khas dangdut koplo. “Sudah lama OMWAWES tidak membuat lagu dengan nuansa yang lebih ramai,” ujar Dhyen.

Selain personel utama dan additional, OMWAWES mengandeng dua musisi tamu yakni; Septiawan Dwi (Cak Cuk), dan Penjol “Zarima” (Suling). Ini juga menjadi kali pertama mereka menggunakan instrumen suling yang biasa digunakan orkes dangdut tradisional.

Meski belum mau membocorkan konsep album kedua, OMWAWES mengatakan bahwa mereka tetap akan melakukan sejumlah kolaborasi dengan musisi lintas genre. “Musiknya pasti akan lebih komplit dan variatif.”

Band yang digawangi oleh Dhyen Gaseng (Vokal), Louis David (Kendang), Tony Kurniawan (Drum), dan Bayu Garnindra (Gitar) ini identik dan konsisten membuat lagu dalam bahasa Jawa. Mereka bukan hanya sudah merilis album, namun juga membuat sebuah buku yang berisi fenomena dangdut yang ada di Jogja.

Buku bertajuk “Babat Alas Dangdung Anyar” ini merupakan inisiatif OmWawes untuk mencatatkan proses perjuangan dari awal berkarir di tahun 2012 hingga sekarang. OmWawes juga diklaim sebagai grup band dangdut pertama di Yogyakarta yang menginisiasi pembuatan sebuah buku yang berisi perjalanan karier dan fenomena musik dangdut. (*)

 

 

OMWAWES :
Dhyen Ganjar (voc)
Tony Kurniawan (Drum)
Louis David (Ketipung)
Bayu Garnida (Gitar)

Add :
Dibya Imam (Bass)
Julian (Keyboard)
Iwank Markzaid (Trombone)
Dodi Rahmadi (Trumpet)
Septiawan Dwi (Cak Cuk)
Penjol “Zarima” (Suling)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *