RILISAN TERBARU MUNTHE “SEDERHANA”

“MAKNA SEDERHANA DALAM MUSIK MUNTHE”
(Oleh: Esya Swasti Sukmatia)

Penyanyi solo pria asal Bandung, Munthe, kembali merilis sebuah single teranyar bertajuk
“Sederhana” melalui label Future Exp pada 11 April. “Sederhana”, yang terinspirasi dari
kejadian nyata, ditulis oleh Munthe dengan bantuan kawannya, Rizki Agus Wibowo. Produser
pada dua single sebelumnya, “Home” dan “Moonshine”, Dissa Kamajaya kembali memegang
peran dalam proses produksi lagu ini.

Tidak seperti beberapa single sebelumnya, pada kesempatan kali ini Munthe memberanikan diri
untuk menulis lirik berbahasa Indonesia dan mengangkat tema cinta serta bercerita mengenai
rasa kagum yang tertuju kepada seseorang. “Dengan lirik yang sederhana, saya berusaha
menginterpretasikan momen-momen lumrah ketika sedang jatuh cinta seperti jantung
berdebar hingga kejadian yang terbawa mimpi. Lagu ini seolah bercerita mengenai kisah
menyenangkan yang patut dirayakan keberadaannya,” ujar penyanyi berusia 32 tahun ini.

Teknik rekaman pun dibuat lebih minimalis dengan hanya menggunakan satu synthesizer
Yamaha DX7 , bass , dan drum untuk mengejar “kesederhanaan” dalam karya. “Eksplorasi
dalam suara synthesizer di lagu ini menjadi instrumen yang dominan dalam aransemen bernuansa dreamy seakan sedang jatuh cinta. Sekaligus menjawab tantangan produser
untuk mengemas lagu berbahasa Indonesia, secara musikalitas ini juga merupakan
pencapaian baru dalam proses produksinya,” jelas Munthe.

Penggambaran kesederhanaan seorang perempuan yang mampu mengambil hati
pengagumnya dalam artwork “Sederhana” dieksekusi oleh Adaptasi, fotografer yang
sebelumnya mengerjakan artwork pada single “Home”.

“Sederhana” dirilis secara ekslusif di akun bandcamp milik Future Exp
https://futureexprecords.bandcamp.com/ dan Youtube channel Future Exp pada tanggal 11
April. Juga dapat dinikmati melalui seluruh layanan musik digital pada 14 April dan akan
menjadi bagian dari album kedua Munthe nantinya. Selamat terbuai dalam kisah cinta.

Munthe

Munthe Prahara atau biasa dikenal juga dengan Munthe Boyd merupakan salah satu
singer-songwriter asal Bandung yang mulai berkarya sejak 2004 lalu. Karir musiknya berawal
dari band SMA yang pernah meraih juara runner-up Festival Band Pelajar se-Bandung Raya
yang digelar oleh sebuah radio swasta di Kota Bandung. Dari momen itulah Munthe menegaskan
diri ingin menjadi musisi. Karir solonya dimulai ketika pada 2008 lalu selepas band-nya tersebut
bubar. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi solois. Sebagai solois dan singer-songwriter ia
kemudian merilis lagu pertamanya berjudul “U.G.L.Y (U Gotta Love Yourself)” yang direspons
positif oleh berbagai radio di Kota Bandung.

Boleh dikatakan karir Munthe memang besar dan berkembang lewat lagu-lagu yang
menjadi high-rotation di radio. Karakter bermusik Munthe menonjolkan suatu musik pop yang
cenderung murung dan galau. Karena bagi Munthe, musik adalah jalan untuk menyampaikan
perasaan. dengan ritme, melodi, serta irama yang mengalun dengan keteraturan dan mampu
menggerakan hati seseorang ke dalam nuansa yang ada dalam musik tersebut. Lagu-lagu Munthe
bercerita tentang cinta yang lebih luas artinya. Bagaimana cinta bisa menguatkan seseorang,
cinta yang menyakitkan, cinta akan keindahan alam, dan juga cinta akan dinamika kehidupan.
Namun, yang berbeda pada karakter musik Munthe adalah adanya sentuhan musik elektronik
yang mampu memberikan nuansa musik pop terasa lebih elegan. Perpaduan antara balada, pop,
dan elektronik boleh dikatakan menjadi signature musik Munthe yang berbeda dari
singer-songwriter lainnya.

Pengaruh musikal Munthe memang tersebar sangat luas, mulai dari Incubus, Radiohead,
Deftones, hingga musik-musik elektronik dari Televon Tel Aviv dan Imogen Heap. Tetapi,
dalam musik Munthe yang paling terasa memang berada di ranah musik alternatif 1990-an.
Terutama hal itu terdengar dari melodi dan nuansa lagu yang lebih sederhana dan mudah dicerna.

Setelah lagu “U.G.L.Y (U Gotta Love Yourself)” mulai banyak berkumandang di
berbagai radio, secara perlahan nama Munthe mulai dikenal. Ia kemudian mulai
memperkenalkan karya dari panggung-panggung kecil di skena musik independen Kota
Bandung. Sebagai pendatang baru, puncaknya, ia sempat mengisi Festival Java Rockinland pada
2011 lalu. Momen itu membuat namanya kian dikenal publik pecinta musik di Indonesia.

Akhirnya, pada 2014 lalu, Munthe merilis debut albumnya The Sun Has Set secara
independen. Single pertama album tersebut “The Sun Has Set” yang diambil dari nama yang
sama dengan albumnya menunjukkan signature musik Munthe lewat balutan electronic pop/folk
yang ringan. Termasuk juga beberapa lagu lainnya seperti “Pure” dan “Free Fall”.

Tema yang diusung dalam The Sun Has Set memang tak jauh dari cinta, tapi dalam
bentuk cinta yang universal atau cinta yang bersifat platonis. Menurut Munthe, cinta dapat
memberdayakan seseorang. Setiap orang pasti memliki rasa cinta dalam dirinya. Kecintaan akan
sesorang, kekecewaan akan cinta, dan juga kecintaan akan alam menjadi cerita yang ada dalam
album The Sun Has Set . Setelah vakum selama empat tahun, kini Munthe bersiap menggebrak
kembali dengan karya-karya terbarunya yang sangat layak untuk disimak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *