COFFEE STORY: PERJALANAN RASVAN KIKOO MERANGKAI NARASI, MELINTASI DESTINASI & MENGINTERPRETASI KOPI

Rasvan Kikoo – Coffee Story Tour
Coffee Story: Perjalanan Rasvan Kikoo Merangkai Narasi, Melintasi Destinasi & Menginterpretasi Kopi

Senyum kebahagiaan Pak Jumain tidak pernah padam. Seperti apapun keadaannya, beliau selalu mensyukurinya. Begitupun kami, dan kalian semua tentunya. Begitu banyak ucapan terima kasih dari Rasvan Kikoo untuk kalian, khususnya yang sudah mendukung campaign #CoffeeStory dengan cara apapun, tak terkecuali bagi yang sudah membeli kaos kami.

Kabar gembiranya, campaign ini tinggal selangkah lagi terealisasi. Solar Panel impian Pak Jumain sudah kami datangkan sebagian. Hanya butuh sebagiannya lagi. Maka dari itu, Rasvan Kikoo sangat terbuka bagi kalian yang ingin berbagi kebahagiaan, khususnya dari para penikmat kopi untuk pejuang kopi seperti Pak Jumain.

Sedikit flashback, lima bulan lalu kami melintasi empat kota di Jawa Timur. Kali ini dalam rangkaian ‘Coffee Story Tour 2021’. Seperti pada titel turnya, ‘Coffee Story’ merupakan lagu dari album pertama kami, ‘Tyaga’. Lagu tersebut tak hanya kami mainkan, tapi juga diceritakan. Dalam perjalanannya, ada beberapa misi yang ingin kami sampaikan. Mulai dari perkenalan vokalis baru, single baru hingga misi sosial tentang kisah petani kopi yang berkorelasi dengan lagunya.

Destinasi awal tur Rasvan Kikoo dimulai di Malang (20/3). Bertempat di Kedai Lowak, kami tampil berselimut hawa dingin Kota Malang yang kala itu turun hujan. “Awalnya kami tampil format akustik di Malang dan Mojokerto. Tapi karena satu dan lain hal, kami kembangin lagi formatnya jadi digital set atau yang biasa disebut Dub Set, Dub Over, Dub Beat ditambah Squencer Keys dan Brass Section,” cerita Rasvan, pasca tur tersebut. Berselang sepekan, Raski bergeser ke Dimensi Kopi, Mojokerto.

Di sana, tim menyempatkan mampir ke Lereng Welirang, Trawas, tempat di mana sosok objek campaign ini berkisah, yakni Pak Jumain salah satu dari sekian banyak petani kopi di Trawas. Video dokumenter tentang situasi, histori hingga interpretasi yang mengisahkan susah senangnya jadi penanam biji kopi tak luput di rekam. Pengerjaannya dilakukan secara kolektif, Bersama tim visual yang terdiri dari Denny Hendrawan, Yoga Primanata dan Bagus trowulan. Nantinya, video tersebut akan diputar saat puncak dari campaign ini.

Seperti yang selalu kami ceritakan saat tur, Pak Jumain merupakan satu dari sekian banyak petani kopi yang kehidupannya tidak seberuntung lainnya. “Bahkan untuk memutar VCD favoritnya, mereka tidak bisa, karena di tempat tinggal pria yang hampir 90 tahun itu belum ada listrik,” cerita Kikoo di sela-sela penampilannya. Berangkat dari hal tersebut, Raski berinisiatif menggalang dana lewat penjualan merch, kopi kemasan yang berkolaborasi dengan Pit Stop Kopi Gresik dan juga video dokumenter. “Intinya, kami hanya menyampaikan cerita tentang sudut lain dari kopi, sekaligus berbagi kebahagiaan,” tambah Rasvan.

Dua titik tur berikutnya pada awal April berlanjut di Terakota Lamongan (2/4) dan Pit Stop Kopi KIG, Gresik (3/4). Di sana, Raski tampil riuh untuk menyapa kalian setelah kurang lebih setahun vakum akibat Pandemi. Penampilan kami selama tur juga dilengkapi oleh perform dari Magixriddim, music selector & producer asal Surabaya dengan setlist-nya. “Ini salah satu dari konsep kolektif atau gotong royong kami. Ya, sembari promo karya baru Raski, sekalian juga kami mempromosikan sesama musisi,” lanjut Rasvan.

Meskipun singkat, bagi Kikoo, tur tersebut cukup berkesan. Pasalnya, ini merupakan perjalanan tur perdana baginya. Terlebih pasca transisi posisi vokal dari Aoki ke Kikoo. “Sempet khawatir dan overthinking, karena kan jelas ada dua karakter vokal berbeda. Nah apakah penonton bisa langsung nerima? Beruntung, antusiasme penonton selama tur itu mengalahkan segalanya, termasuk pikiran-pikiranku tadi,” cerita Kikoo.

Melalui Coffee Story Tour juga, Rasvan Kikoo meracik suguhan musik yang berbeda sembari membangun brand image baru. Kedepannya, grup kami yang dibentuk tahun 2012 ini sudah memiliki beberapa agenda. Tahun ini, semua materi untuk album baru telah rampung, hanya tinggal proses mixing dan mastering. Pastinya, setelah campaign ini selesai, Rasvan Kikoo sudah siap menyapa lagi dengan lagu-lagu baru. Perkara Pandemi, kami akan terus berinovasi agar musik atau perform kami bisa hadir di tiap perangkat digital kalian!

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Rasvan Kikoo & DoggyHouse Records

NB:
Instagram: @rasvankikoo

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *