MIAN TIARA DAN CHAKA PRIAMBUDI MERILIS SINGLE DEBUT YANG BERJUDUL “CAKRAWALA”

Cakrawala
Mian Tiara & Chaka Priambudi

Mian Tiara, penulis lirik dan penyanyi yang mengisi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta 2 bersama Chaka Priambudi, komposer – aranger muda pendiri Lantun Orchestra merilis single terbaru.
Pada awal April 2017, Mian Tiara dan Chaka Priambudi merilis single debut yang berjudul “Cakrawala”. Mereka telah mengenal satu sama lain cukup lama, Chaka Priambudi kerap terlibat pada proyek solo Mian Tiara. Mereka berdua juga sering dilibatkan pada beberapa proyek bersama musisi senior mendiang alm. Riza Arshad.

Keduanya telah lama ingin berkolaborasi, menulis komposisi komposisi baru bersama. “raw, honest, and simple”, tiga kata tersebut dapat menggambarkan visi dalam musik mereka. Keinginan keduanya membuat karya bersama disambut oleh produser Sarah Isya, ketiganya memulai proyek ini pada akhir 2016 dan seluruh materi untuk album telah selesai direkam pada awal 2017.

Lirik Cakrawala yang ditulis oleh Mian Tiara menggambarkan konsep waktu yang berjalan terus menerus pada suatu ruang yang dibatasi oleh cakrawala. Ia ingin menyampaikan tentang merasakan apa yang terjadi disekitar saat ini dan bagaimana kita merespon momen tersebut seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai penulis lirik Mian Tiara sudah dikenal memiliki keunikan tersendiri dalam merangkai bahasa menjadi sebuah lirik yang sarat makna.

Musik dan aransemen “Cakrawala” ditulis dan digawangi oleh Chaka Priambudi dengan melibatkan teman-teman musisi yaitu : Aditya Bayu pada gitar, Edward Manurung pada drum, sedangkan pada bass dan piano diisi sendiri oleh Chaka Priambudi. Dalam single Cakrawala, Ia menampikan musik yang seolah berjalan mengikuti intensitas vokal Mian Tiara dalam tiap bagian liriknya.

Berbagai latar belakang musik yang dimiliki Mian Tiara dan Chaka Priambudi tampil dan diekspresikan menjadi satu pada musik yang membalut lirik Cakrawala. Keduanya tidak memiliki harapan khusus ketika memulai proyek ini. Lirik dan musik yang tercipta mengalir begitu adanya, proses kreatif mereka adalah memanfaatkan momentum yang terjadi saat itu. Mereka mencoba merespon apa apa yang terjadi selama mereka berproses di studio saat itu dan mengekspresikanya menjadi sebuah musik yang tulus dan natural.

Single Cakrawala kini dapat didengar melalui berbagai platform digital (iTunes, Spotify) dan akan segera mengudara di berbagai stasiun radio lokal. Album dari proyek duet ini sendiri direncanakan akan dirilis pada bulan juli 2017 mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Chaka Musik Production (+62 813 1430 2131/ isya.sarah@gmail.com)

MIAN TIARA

Mian Tiara (Tiara) dikenal sebagai seorang penyanyi, komposer dan penulis lirik. Saat ini ia tampil sebagai penyanyi solo dan anggota grup musik jazz progresif simakDialog yang didirikan mendiang alm. Riza Arshad. Karir musik Tiara dimulai tahun 1999 ketika salah satu ikon musik jazz Indonesia, Indra Lesmana, memintanya untuk berkolaborasi sebagai penulis lirik dalam proyeknya untuk album vokalis senior Ermy Kullit. Album yang berjudul “Saat Yang Terindah” memenangkan kategori Best Jazz / Fusion Album di 4th AMI Awards (Anugerah Musik Indonesia) di tahun 2000.

Kolaborasinya bersama Indra Lesmana sebagai penulis lirik berlanjut di dua proyek lainnya, yaitu album penyanyi Andien – “Kinanti” dan album soundtrack film Rumah Ke Tujuh (Mira Lesmana) – “Rumah Ke Tujuh OST”, keduanya diproduksi dan rilis di tahun 2002. Karya mereka di dua album tersebut memenangkan penghargaan untuk Best Jazz / Contemporary Album, Best Score / Soundtrack, dan Best Jazz Song dalam dua tahun berturut-turut.

Kecintaannya pada musik dimulai saat ia belajar gitar klasik pada usia 9. Sepuluh tahun kemudian ia melakukan terobosan pertamanya di dunia musik yang menjadikannya sebagai penulis lirik hinga saat ini. Ia merilis album perdananya berjudul “The Comfort of My Own Company” di tahun 2010. Album ini merupakan kumpulan karya Tiara yang bernuansa folk, jazz, dan pop yang melebur menjadi satu. Album ini diproduseri mendiang alm. Riza Arshad, rekan kerjanya selama 20 tahun. Ia dan Riza banyak bekerjasama dalam pembuatan musik jingle iklan, film scoring dan pada tahun 2015 Tiara bergabung dalam grup simakDialog yang didirikan Riza.

Hingga saat ini Tiara telah berkolaborasi dengan banyak musisi hebat dari berbagai genre seperti Riza Arshad, Indra Lesmana, Humania, Ermy Kullit, Andien, Baron Band, Sarah Silaban, Nicky Astria, Audy, Goodnight Electric, White Shoes and The Couples Company, SORE, Mondo Gascaro, Ricky Lionardi, Nikita Dompas, Avi Bortnick, Sri Hanuraga, Chaka Priambudi, The Upstairs, Leonardo, Anda, Bonita dan The HUSband, Tika & The Dissidents, Johannes Rusli, KadriJimmo Project, dan Barasuara.

Tiara juga sering tampil di ajang bergengsi, Java Jazz Festival, Ia juga pernah menggelar konser tunggalnya di Teater Komunitas Salihara. Beberapa waktu lalu bersama kontingen kebudayaan Indonesia Ia tampil di Museumuferfest di Frankfurt, Jerman. Bersama grup simakDialog Ia tampil di Jepang pada Promenade Jazz Festival (Yokohama) dan satu konser tunggal simakDialog (Tokyo). Pada tahun 2017 ini Tiara kembali disibukkan dalam proyek duet terbarunya bersama sahabat lamanya Chaka Priambudi.

CHAKA PRIAMBUDI

Chaka Priambudi Wicaksono (Chaka) adalah seorang musisi yang dikenal sebagai pemain doublebass, arranger, komposer, serta sebagai pendiri Lantun Orchestra. Chaka mulai bermain musik sejak masih remaja, instrumen pertamanya adalah gitar. Pada awalnya ia belajar secara otodidak, pada saat yang bersamaan ia juga mulai memainkan bass elektrik. Ketika usia 19 tahun, Chaka belajar bermain doublebass di Sekolah Tinggi Musik Bandung. Ketika di Bandung ia mulai belajar musik jazz dari musisi senior Imam Pras di program Lab Jazz Weekly. Setahun kemudian ia memutuskan untuk pindak ke Jakarta dan menempuh pendidikan sarjana musik di Institut Musik Daya Indonesia jurusan double bass dan piano.

Pada periode ini Chaka juga mulai dikenal sebagai session player di Jakarta. Chaka telah tampil bersama beberapa musisi jazz terbaik di Ibu Kota. Ia pernah bermain dengan Idang Rasjidi, Riza Arshad, Wolfgang Hafner (Jerman), Imelda Rosalin, dll. Chaka juga pernah tergabung sebagai anggota ILQ (Indra Lesmana Quintet). Sebagai session player Chaka Ia juga cukup aktif membantu musisi musisi lain antara lain : Jakarta Concert Orchestra (JCO), Monita Tahalea dan The Nightingales, Dewi “dee” Lestari, Sierra Soetedjo, Aditya Sofyan, Glenn Waas, Mian Tiara, Triartet Sandy Winarta, Robert MR Quartet, RSD (Rida Sita Dewi) dan Dwiki Dharmawan World Peace Band.

Baru baru ini Chaka berkolaborasi dengan maestro keroncong Sundari Soekotjo dan putrinya Intan Soekotjo di Pekan Komponis Indonesia dan KEDJORA. Saat tampil di KEDJORA, Ia juga berkolaborasi dengan Otti Djamalus, Yance Manusama, Kunto Aji, Rieka Roeslan, Dira Sugandi, dan Dewi Gita. Pendiri Lantun Orchestra ini adalah pemenang musik instrumental terbaik di Jazz Hijau Music Competition 2013, dengan lagunya yang berjudul “Caterpillar”. Ia juga menulis lagu “Kutunggu Kau di Salemba” bersama Mian Tiara sebagai penulis lirik, lalu lagu berjudul “168” dengan Monita Tahalea sebagai penulis lirik dan sudah terdapat di album Monita yang berjudul “Dandellion”.

Proyek musik terbaru Chaka adalah bersama Lantun Orchestra yang menluncurkan debut album berjudul “# 1”. Pada bulan Mei 2016, Dia Mengadakan sebuah konser tunggal untuk Lantun Orchestra bertajuk “Betawi Hari Ini” di Gedung Kesenian Jakarta, dengan bintang tamu : Sundari Soekotjo, Indra Azis, Danilla, dan masih banyak lagi. Chaka kini masih disibukkan bersama Lantun Orchestra dan proyek duet terbarunya bersama sahabatnya Mian Tiara.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *